Kurikulum 2013 sudah
di terapkan di seluruh wilayah Indonesia pada tahun pembelajaran 2012/2013.
Sistem tematik yang disajikan banyak menuai tanggapan positif maupun negative
dari para guru, siswa maupun wali siswa. Dan ekstrakulikuler yang dulunya hanya
dilaksanakan pada jam luar sekolah sekarang masuk pada jadwal mata pelajaran
siswa. PRAMUKA!! Ya pramuka adalah salah satunya. Pada saat KTSP masih
digunakan, pramuka hanyalah sebagai ekstrakulikuler yang tidak banyak sekolah
dasar mengenalkannya pada anak didik. Bahkan ada SD yang sama sekali tidak
mengadakan ekstrakulikuler. Sehingga siswa hanya datang ke sekolah untuk
belajar dan pulang, tanpa mengikuti satupun kegiatan di luar jam sekolah.
Pada
masa ini pramuka memang sangat kurang diminati oleh para peserta didik.
Berbagai macam alasan mereka lontarkan, mulai dari yang membosankanlah, takut
hitam karna kepanasan, membuang-buang waktu, harus masak sendiri dan lain sebagainya. Padahal anggapan
mereka sangat kurang tepat sekali, pramuka itu menyenangkan. Banyak hal yang
dapat kita ketahui melalui pramuka. Banyak kegiatan dalam pramuka seperti
kemah, semaphore, tali temali, sandi, out bound, latihan upacara, bakti sosial,
menyanyikan yel-yel kreasi, permainan yang menyenangkan dan masih banyak lagi
kegiatan yang akan membuat mereka merasa bahwa pramuka adalah pilihan yang
tepat.
Tidak
hanya melatih otak kanan dan kiri mereka untuk berimajinasi dan berpikir, namun
juga melatih mental. Seorang pramuka harus bermental baja, dia tidak boleh
mengeluh maupun sedih ketika mengerjakan suatu kegiatan. Banyak sekali manfaat
mengikuti pramuka, peserta didik dapat menjadi pribadi yang berkarakter,
disiplin, mampu bekerja sama dengan temannya, saling menghormati, mandiri,
sopan santun, cinta alam dan lain sebagainya.
Manfaat
lain dalam menekuni pramuka adalah kita dapat menjadi pembina dengan ilmu yang
sudah dimiliki, yang tentunya didapat dari mengikuti ekstrakulikuler maupun
organisasi.
Ya,
saya adalah mahasiswi IKIP PGRI Madiun yang antusias dengan pramuka. Tentunya
saya juga mengikuti organisasi mahasiswa yaitu Racana Pangeran Timoer Retno
Djumilah. Saya adalah salah satu dari sekian banyak orang yang tidak menyukai
pramuka, tapi itu dulu waktu saya masih SMP dan SMA. Namun saat menjadi
mahasiswa saya penasaran dengan pramuka dan ikut dalam organisasi tersebut.
Berhubung juga saya mengambil jurusan PGSD, dan di SD nanti pasti membutuhkan
seorang guru yang sekaligus menguasai pramuka untuk jadi Pembina, akhirnya saya
memilih organisasi ini dibanding organisasi lainnya.
Dan
Alhamdulillah, perkenalan saya dengan pramuka membuahkan hasil yang manis. Saya
diminta untuk menjadi Pembina pramuka di Sekolah Dasar, yaitu Kinandang 03 dan Kawedanan 02. Ini kali
pertama saya bertatap muka langsung dengan murid, real adanya. Campur aduk yang saya rasakan selama mengajar sebagai
Pembina. Senang, marah, bete’, dan
tangispun sudah pernah saya rasakan. Memang sangat susah untuk membuat siswa
duduk tenang dan mendengarkan guru di depan, karena pada dasarnya mereka suka
bermain.
Materi
pramuka yang paling mereka suka adalah yel yel kreasi, permainan dan hasta
karya. Mereka sangat bersemangat, terlihat tidak ada sedikitpun beban pada diri
mereka.
Banyak orang yang
meremahkan, “ah apa gunanya pramuka? Bikin kulit hitam saja!”. Dan saya hanya
bisa tersenyum, yang saya ketahui banyak sekali manfaat pramuka yang dapat
diterapkan di SD. Karna saya sudah sedikit membuktikannya walaupun hanya
sebagai guru magang :D
“Saat saya mengajar,
mereka cuek. Saat saya tidak datang mengajar, mereka mencari”




Tidak ada komentar:
Posting Komentar