Jumat, 26 Desember 2014

Perkenalkan, saya adalah PRAMUKA!!!!!



Kurikulum 2013 sudah di terapkan di seluruh wilayah Indonesia pada tahun pembelajaran 2012/2013. Sistem tematik yang disajikan banyak menuai tanggapan positif maupun negative dari para guru, siswa maupun wali siswa. Dan ekstrakulikuler yang dulunya hanya dilaksanakan pada jam luar sekolah sekarang masuk pada jadwal mata pelajaran siswa. PRAMUKA!! Ya pramuka adalah salah satunya. Pada saat KTSP masih digunakan, pramuka hanyalah sebagai ekstrakulikuler yang tidak banyak sekolah dasar mengenalkannya pada anak didik. Bahkan ada SD yang sama sekali tidak mengadakan ekstrakulikuler. Sehingga siswa hanya datang ke sekolah untuk belajar dan pulang, tanpa mengikuti satupun kegiatan di luar jam sekolah.

            Pada masa ini pramuka memang sangat kurang diminati oleh para peserta didik. Berbagai macam alasan mereka lontarkan, mulai dari yang membosankanlah, takut hitam karna kepanasan, membuang-buang waktu, harus masak  sendiri dan lain sebagainya. Padahal anggapan mereka sangat kurang tepat sekali, pramuka itu menyenangkan. Banyak hal yang dapat kita ketahui melalui pramuka. Banyak kegiatan dalam pramuka seperti kemah, semaphore, tali temali, sandi, out bound, latihan upacara, bakti sosial, menyanyikan yel-yel kreasi, permainan yang menyenangkan dan masih banyak lagi kegiatan yang akan membuat mereka merasa bahwa pramuka adalah pilihan yang tepat.

            Tidak hanya melatih otak kanan dan kiri mereka untuk berimajinasi dan berpikir, namun juga melatih mental. Seorang pramuka harus bermental baja, dia tidak boleh mengeluh maupun sedih ketika mengerjakan suatu kegiatan. Banyak sekali manfaat mengikuti pramuka, peserta didik dapat menjadi pribadi yang berkarakter, disiplin, mampu bekerja sama dengan temannya, saling menghormati, mandiri, sopan santun, cinta alam dan lain sebagainya.
            Manfaat lain dalam menekuni pramuka adalah kita dapat menjadi pembina dengan ilmu yang sudah dimiliki, yang tentunya didapat dari mengikuti ekstrakulikuler maupun organisasi.
            Ya, saya adalah mahasiswi IKIP PGRI Madiun yang antusias dengan pramuka. Tentunya saya juga mengikuti organisasi mahasiswa yaitu Racana Pangeran Timoer Retno Djumilah. Saya adalah salah satu dari sekian banyak orang yang tidak menyukai pramuka, tapi itu dulu waktu saya masih SMP dan SMA. Namun saat menjadi mahasiswa saya penasaran dengan pramuka dan ikut dalam organisasi tersebut. Berhubung juga saya mengambil jurusan PGSD, dan di SD nanti pasti membutuhkan seorang guru yang sekaligus menguasai pramuka untuk jadi Pembina, akhirnya saya memilih organisasi ini dibanding organisasi lainnya.

            Dan Alhamdulillah, perkenalan saya dengan pramuka membuahkan hasil yang manis. Saya diminta untuk menjadi Pembina pramuka di Sekolah Dasar, yaitu  Kinandang 03 dan Kawedanan 02. Ini kali pertama saya bertatap muka langsung dengan murid, real adanya. Campur aduk yang saya rasakan selama mengajar sebagai Pembina. Senang, marah, bete’, dan tangispun sudah pernah saya rasakan. Memang sangat susah untuk membuat siswa duduk tenang dan mendengarkan guru di depan, karena pada dasarnya mereka suka bermain.

            Materi pramuka yang paling mereka suka adalah yel yel kreasi, permainan dan hasta karya. Mereka sangat bersemangat, terlihat tidak ada sedikitpun beban pada diri mereka.
Banyak orang yang meremahkan, “ah apa gunanya pramuka? Bikin kulit hitam saja!”. Dan saya hanya bisa tersenyum, yang saya ketahui banyak sekali manfaat pramuka yang dapat diterapkan di SD. Karna saya sudah sedikit membuktikannya walaupun hanya sebagai guru magang :D


“Saat saya mengajar, mereka cuek. Saat saya tidak datang mengajar, mereka mencari”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar